Hembusan Nafas Cinta dalam ‘AYAT-AYAT CINTA.’

1 03 2008

Film yang baru di putar di bioskop-bioskop ini tampaknya menyedot banyak perhatian dari para pecinta film. Film yang mengangkat tema cinta, religi dan budaya ini di adaptasi dari novel terkenal karangan Habiburrahman Saerozi Alumnus Universitas Al Azhar, Cairo berjudul ‘AYAT-AYAT CINTA’. Cerita dimulai oleh seorang pemuda Indonesia yang bernama Fahri Bin Abdullah Shiddiq (Fedi Nuril) menempuh studi S2-nya di Al Azhar University.

Dia tinggal bersama keempat sahabatnya : Saiful, Rudi,Hamdi dan Mishbah dalam sebuah flat yang sederhana. Fahri mempunyai seorang teman bernama Maria (Carrisa Putri) yang tinggal tepat diatas flat apartemennya. Dia puteri sulung Tuan Boutros Rafael Girgis. Berasal dari keluarga besar Girgis. Sebuah keluarga Kristen Koptik yang sangat taat.Maria gadis yang unik. Ia seorang Kristen Koptik suka pada Al-Qur’an. Ia bahkan hafal beberapa surat Al-Qur’an. Di antaranya surat Maryam. Sebuah surat yang membuat dirinya merasa bangga. Fahri mengetahui hal itu pada suatu kesempatan berbincang dengannya di dalam metro(angkutan di Mesir). Maria sangat perhatian terhadap Fahri.

Setiap Fahri membutuhkan bantuan, Maria dengan senang hati akan membantunya.Pada suatu hari dalam sebuah metro, Fahri yang selesai dari kediaman guru besarnya Syaikh Utsman Abdul Fattah bertemu dengan seorang wanita bercadar yang memiliki mata yang indah. Awal mula perkenalan nya ketika berada dalam metro seorang ibu yang sudah tua bersama dengan anaknya yang berkebangsaan Amerika tidak kebagian tempat duduk, kemudian wanita bercadar tersebut tak tega melihatnya dan rela memberikan tempat duduknya kepada wanita yang renta tersebut. Tetapi malah apa yang didapatkannya dari orang-orang yang berada dalam metro tersebut adalah cacian dan makian. Karena orang-orang dalam metro tersebut merasa risih terhadap apa yang dilakukan gadis bercadar tersebut yang rela menolong orang yang berkebangsaan Amerika tersebut. Orang-orang dalam metro tersebut menganggap Amerika adalah seorang teroris yang harus diacuhkan. Tak tahan melihat cacian yang diberikan kepada wanita bercadar tersebut Fahri membelanya dan meyadarkan orang-orang yang berada di metro tersebut. Itulah awal perkenalan Fahri dengan wanita bercadar yang bernama Aisha (Rianti Cartwright) hingga akhirnya mengantarkan mereka ke jenjang pernikahan.

Mengetahui bahwa Fahri bersanding dengan Aisha seorang gadis yang juga sahabat fahri dari Indonesia bernama Nurul (Melanie Putria) merasa kecewa. Sudah lama Nurul jatuh hati pada Fahri, tetapi rasa cinta nya hanya dia ungkapkan pada buku hariannya saja. Begitu pula dengan Fahri, dia sebenarnya menaruh hati pada Nurul. Tetapi dia merasa ragu untuk mengungkapkan isi hatinya karena dia merasa dirinya hanyalah seorang anak petani biasa yang bermimpi untuk bersanding dengan nurul puteri seorang kiai besar, pengasuh pesantren besar di Jawa Timur. Fahri merasa bersalah terhadap Nurul yang belakangan dia ketahui juga menaruh hati pada dirinya setelah hatinya diserahkan sepenuhnya kepada Aisha, tidak hanya Nurul, setelah mengetahui Fahri telah bersanding dengan Aisha, Maria merasa kecewa dan patah semangat terhadap hidupnya. Setelah Fahri mulai dengan hidup barunya dengan Aisha, timbul masalah yang datang dari Noura (Zaskia Adya Mecca ), seorang gadis malang yang selalu disiksa ayah nya Bahadur. Tetapi belakangan diketahui bahwa ternyata Noura bukan anak kandung dari Bahadur melainkan anak dari Tuan Adel.

Masalah dimulai ketika Noura menuduh Fahri telah memperkosanya. Fahri merasa yakin bahwa dia tidak memperkosanya. Dia hanya menaruh rasa kasihan dan ingin menolong Noura dari siksaan Bahadur. Tetapi atas perintah Bahadur dan rasa sayang noura kepaa Fahri dia tega memfitnah Fahri telah memperkosanya. Saksi satu-satunya yang bisa membebaskan Fahri adalah Maria, tetapi Maria jatuh sakit karena mengalami kecelakaan ditabrak oleh mobil suruhan Bahadur. Maria berhari-hari terbaring di rumah sakit, dan Aisha datang menjenguknya untuk meminta bantuan Maria membebaskan Fahri. Hingga akhirnya Aisha menemukan Buku Harian Maria yang kemudian diketahui bahwa Maria telah lama jatuh hati Kepada Fahri, tetapi tak bisa dia ungkapkan karena merasa beda keyakinan. Kemudian Aisha Meminta Fahri untuk menjenguknya dan sekaligus menikahi Maria. Setelah Pernikahan Berlangsung Akhirnya Maria Tersadar dan bersedia bersaksi untuk Fahri. Fahri pun tebebas dari penjara dan Bahagia menjalani Hidupnya Bersama kedua istrinya Aisha dan Maria. Hingga pada suatu hari penyakit yang diderita Maria Kambuh. Menjelang Akhir hidupnya Maria meminta Fahri untuk mengajarkan dia Syahadat dan Shalat.

Dalam keadaan berbaring Maria Melakukan shalat dan akhirnya menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya sesudah melafalkan Syahadat dan Shalat. Maria menghadap Tuhan dengan menyungging senyum di bibir. Wajahnya bersih seakan diselimuti cahaya.

Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini mengandung pesan moral sekaligus pembangun jiwa generasi muda saat ini.

by : yudhistira

 


Aksi

Information

3 responses

5 03 2008
yudhistira87

Ayo…..Buruannn…yang pada belom liat film ayat-ayat cinta..buruan liat gi…
Pokoknya pada ga nyesel…..

26 10 2008
fani webpage

[…] fani webpage {Oktober 26, 2008}   Hembusan Nafas Cinta dalam ‘AYAT-AYAT CINTA.’ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: